13 June 2019

Innisfree Intensive Long-Lasting Sunscreen SPF 50+ PA++++ Review

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Sunscreen ini datang seminggu sebelum aku berangkat ke Bali. Jadi pas banget deh bisa liburan sambil ngetes performa sunscreen baru. Apalagi klaimnya bilang sunscreen ini water-resistant dan long-lasting. Kayaknya bakal cocok dipakai di sekitar pantai.


Selama di Bali aku hampir seharian ada di luar ruangan. Makanya aplikasi sunscreen nggak boleh di-skip! Wajib dipakai dan wajib re-apply kalo nggak mau pulang ke rumah dengan warna kulit menggelap dan belang-belang :-p

Nah, ini pertama kalinya aku coba sunscreen Innisfree. Katanya, produk ini versi renewal dari Perfect UV Protection Cream Long Lasting. Formulanya yang dibuat water-resistant ini diklaim dapat bertahan di kulit meski dalam keadaan penuh keringat dan berminyak, sehingga sangat direkomendasikan untuk oily skin.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Selain proteksinya yang maksimal dengan SPF 50+ dan PA++++ dari campuran antara physical dan chemical UV filters, sunscreen ini juga mengandung Centella Asiatica Extract, Green Tea Leaf Extract dan Sunflower Seed Oil untuk menutrisi kulit. Netto-nya sebanyak 50 mL dengan PAO selama 12 bulan. Dibandingan dengan harganya yang di bawah 200 ribu, menurutku produknya cukup ekonomis.

INGREDIENTS:
Purified Water, Cyclopentasiloxane, Zinc Oxide (nano), Ethylhexyl Methoxycinnamate, Ethylhexyl Salicylate, Homosalate, Glycerin, Cetyl  PEG/PPG-10/1 Dimethicone, Dipropylene Glycol, Dicaprylyl Carbonate, Disteardimonium Hectorite, PEG-10 Dimethicone, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Magnesium Sulfate, Mica, Calcium Aluminium Borosilicate, Vinyl Dimethicone/Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Phenoxyethanol, Methicone, Caprylyl Glycol, Polyglyceryl-6 Polyricinoleate, Propanediol, Octyldodecanol, Fragrance, Triethoxycaprylylsilane, Glyceryl Caprylate, Ethylhexylglycerin, Centella Asiatica Extract, Echium Plantagineum Seed Oil, Portulaca Oleracea Extract, Iron Oxides (CI 77492), Butylene Glycol, Chromium Oxide Greens, Camellia Sinensis Leaf Extract, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil Unsaponifiables, Cardiospermum Halicacabum Flower/Leaf/Vine Extract, Tocopherol, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Hamamelis Virginiana (Witch Hazel) Leaf Extract, Citrus Unshiu Peel Extract, Camellia Japonica Leaf Extract, Opuntia Coccinellifera Fruit Extract, Orchid Extract, Citric Acid, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Kalo kamu punya sejarah Malassezia/Fungal Acne, sebaiknya hati-hati sebelum pakai sunscreen ini. Adanya kandungan Polyglyceryl-6 Polyricinoleate, Echium Plantagineum Seed Oil dan Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil mungkin bisa memicu reaksi Fungal Acne di kulitmu.

Deskripsi produk kebanyakan berupa Hangeul. Aku nggak mempermasalahkan informasi produknya yang tertulis dalam Bahasa Korea selama komposisinya tersedia dalam Bahasa Inggris. So, that’s okay. Seperti kebanyakan sunscreen Innisfree lainnya, yang satu ini juga dikemas dalam bentuk tube dengan tutup ulir.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Seluruh kemasannya berwarna kuning tua dengan permukaan doff. Lubang di bagain mulut tube kecil sehingga produk yang keluar cenderung sedikit. Mirip sama mulut tube-nya Apieu Every Day Sun Gel. Aku sarankan untuk menekan tube-nya lebih keras supaya produk yang keluar sesuai takaran.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Cara pakainya dengan mengoleskan ke kulit di step terakhir skincare sebelum memakai makeup. Step by step-nya: cleanser > toner > essence > serum > moisturizer > SUNSCREEN. Aku pakai takaran sebanyak 2 jari setiap kali aplikasi.

tekan tube-nya lebih keras supaya isinya bisa keluar sebanyak foto yang ada di kanan.

Bentuknya krim warna putih, lightweight, nggak kental dan nggak padat. Surprisingly, gampang diratakan meskipun warna putihnya agak mengintimidasi. Tbh, waktu lihat warnanya begitu aku takut jadinya bakal kayak cat tembok hahaha.

Sejak awal beli aku sudah menduga kalo krimnya mungkin ninggalin whitecast. Untunglah ternyata nggak parah. Untuk aku yang punya light to medium skin tone, warnanya lebih putih satu tingkat dibanding warna kulit asliku. Jatuhnya nggak jauh beda sama warna cushion yang biasa aku pakai. So, im okay with that. Kalo kamu punya warna kulit yang lebih gelap dari aku, ada baiknya pikirkan ulang sebelum beli. It might be too white for you.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Adanya kandungan Zinc Oxide lah yang menyebabkan munculnya whitecast di sunscreen ini. Meskipun menyisakan warna putih yang cukup mengganggu, secara fungsi Zinc Oxide ini bagus, lho. Selain dikenal sangat stabil dan non-irritating, dia juga dikenal sebagai filter dengan spektrum luas yang dapat melindungi dari sinar UVA I, UVA II dan UVB.

Btw, menggosok/meratakan sunscreen terlalu lama nggak bikin whitecast-nya hilang. Justeru kalo kamu gosok terlalu lama atau terlalu kuat, krim sunscreen-nya bisa nempel terlalu banyak di jarimu. Malah bikin lapisan sunscreen nggak solid dan mungkin perlindungan di kulit wajah jadi kurang maksimal. Jadi cukup oles pelan-pelan aja, ya.

Fragrance di dalamnya nggak begitu kuat tapi aromanya bertahan dalam waktu yang cukup lama. Ini mungkin bisa jadi poin minus buat kamu yang nggak suka wewangian dalam skincare. It has a nice fresh citrus scent dan aku suka wanginya jadi buat aku pribadi itu bukan masalah.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Rasanya nggak pedih di mata, ringan di kulit, nggak greasy dan nggak lengket sama sekali. Hasilnya yang matte-finish bikin wajah kelihatan segar setelah aplikasi. Sayangnya, untuk pemilik kulit kering kayak aku Intensive Long-Lasting Sunscreen masih kurang moisturizing.

Walaupun aku tau ini lebih ditujukan untuk kulit berminyak, aku masih berharap kalo dia punya moisture level yang sedikit lebih tinggi. Well, nyatanya nggak. Tapi untungnya dia bener bekerja sesuai klaimnya jadi aku nggak begitu kecewa hehe. Formulanya memang water-resistant yang cukup tahan air dan keringat dengan oil-control yang baik pula.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Selama percobaan (di wajah) aku nggak aplikasikan complexion di atasnya. Soalnya hasilnya mirip tone-up cream jadi aku ngerasa nggak perlu pakai bedak lagi haha. Anyway, performanya beda-beda sewaktu dipakai di dalam ruang non ac, ac dan di luar ruangan.

Setelah 5 jam pemakaian di dalam ruangan non-ac, bagian pipi luar, dahi dan daguku terasa kering tapi minyak di area hidung hanya keluar sedikit sekali. Padahal biasanya setelah 4 jam dengan suncreen lain minyaknya lebih banyak dari ini. Selain itu, whitecast-nya nggak begitu terlihat dibandingkan dengan awal aplikasi. Overall, masih kelihatan segar dan nggak kusam sama sekali. Sedangkan saat dipakai di dalam ruang ber-ac kulitku terasa kering lebih cepat, sekitar 3 jam.

Sebaliknya untuk pemakaian di luar ruangan, rasanya ini the best sunscreen I’ve ever tried deh. Karena kalo keringetan nggak bikin aku berubah jele hahaha. Beneran hassle-free, sis. Bisa main lebih leluasa di bawah matahari dan di dekat air tanpa takut sunscreen-nya ‘leleh’ dan bikin wajah jadi kusam.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Ada tambahan 4 UV filters selain Zinc Oxide. Beda dengan Zinc Oxide yang merupakan physical sunscreen, empat lainnya merupakan chemical sunscreen. Ada Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Octinoxate, Ethylhexyl Salicylate atau Octisalate dan Homosalate yang melindungi dari sinar UVB, serta Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine atau Tinosorb S yang melindungi dari sinar UVA dan UVB.

Menurutku suncsreen ini jauh lebih nyaman dipakai saat aktivitas di luar ruangan. Mungkin karena dipakai panas-panasan jadi rasa kering yang aku rasakan selama di dalam ruang nggak begitu terasa.

Apapun sunscreen-nya tetap perlu dipakai berulang supaya perlindungannya tetap maksimal, nggak terkecuali sunscreen Innisfree ini. Klaim water-resistant nggak berarti lapisan sunscreen-nya akan permanen, lho. Sunscreen-mu masih bisa terhapus meskipun lunturnya nggak secepat sunscreen yang non-water-resistant.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50
perbandingan kulit sebelah kiri yang tanpa sunscreen dan kulit sebelah kanan dengan sunscreen
Di lain sisi, sunscreen ini gampang dibersihkan kok. Sebelum aplikasi ulang biasanya aku hapus dulu dengan double cleansing pakai oil based cleaser dan water based cleanser.

Sunscreen ini punya tipe krim yang cepat kering dengan blinding time yang singkat, which is good. Aku suka teksturnya yang lightweight, easy to remove, water-resistant dan oil control yang bagus. By far, sudah sesuai sama klaimnya. Dan, personally, aku bisa memaklumi whitecast dan wanginya.

review-innisfree-intensive-longlasting-sunscreen-spf50

Overall, recommended! Terutama buat kamu yang punya kulit berminyak dan suka dengan efek tone-up cream. Intensive Long-Lasting Sunscreen ini mungkin bisa jadi teman barumu. Kamu bisa dapat 2 fungsi dalam satu produk–proteksi sekaligus tone-up untuk kulitmu. Oily skin kebanyakan pada suka matte finish kan, ya? Cocok deh sama ini :D

Saranku untuk dry skin dan kamu merasa kurang lembab, sebelum pakai coba aplikasikan moisturizer yang teksturnya thick. Biasanya aku pakai Illiyoon Ceramide Ato Concentrate Cream. Supaya sunscreen-nya nggak terasa terlalu drying di kulit.

Aku pribadi kayaknya nggak akan pakai ini as a daily sunscreen, tapi aku akan pakai ini saat ada kegiatan di luar ruangan, di bawah matahari dan dikelilingi air ^^


Rating: ★★★

Where to buy? ALTHEA (in.althea.kr)
Price? Rp. 186.000 (50 mL)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir! Komentarmu akan segera aku balas. Semua komentar dalam moderasi dan akan disetujui asalkan tidak berisi link/spam/promosi dan akun unknown/anonim :-)

Powered by Blogger.
COPYRIGHT © 2019 - SOUTH SKIN | THEME BY RUMAH ES