29 October 2018

La Tulipe Clay Mask Review

review-la-tulipe-clay-mask-goat-milk

Kamu pernah dengar skincare dengan goat milk extract? Atau malah sudah pernah pakai? Aku baru aja cobain Clay Mask La Tulipe yang ada Goat Milk Extract-nya. Katanya goat milk ini dapat membantu menutrisi kulit. Kalo dilihat dari packaging-nya sih kelihatan menarik, ya? Tapi, apakah performanya juga menarik seperti packaging-nya? Simak ulasan lengkapnya dibawah ini!

Masker ini buatan PT. Rembaka asli Sidoarjo. Di dalamnya mengandung kaolin dan goat milk extract dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit. Hanya tersedia dalam satu ukuran yaitu 25 gram. Pada deskripsi di kemasannya nggak menyebutkan klaim tertentu. Di sini hanya tertulis manfaat dari kandungannya aja yaitu Goat Milk mengandung mineral dan vitamin yang dapat membantu memberi nutrisi pada kulit.

review-la-tulipe-clay-mask-goat-milk

Kemasan luarnya berupa kardus berwarna putih dan biru muda. Kardusnya nggak dilapisi plastik atau segel jadi kemungkinan bisa dibuka siapapun. Bagian depan terdapat gambar kambing sesuai bahan unggulan produknya, Goat Milk. Packaging-nya sendiri berupa jar berwarna serupa yang terbuat dari plastik. Plus-nya jar ini dilapisi segel berupa plastic vacuum, jadi aman dari tangan-tangan jahil! Ternyata di dalamnya juga dilengkapi dengan spatula plastik. Baru kali ini aku nemuin brand lokal yang ngasih bonus spatula di produknya.

review-la-tulipe-clay-mask-goat-milk

Walaupun bentuk spatulanya agak aneh tapi bisa berfungsi dengan baik, kok. Bagian salah satu ujungnya agak cekung jadi bisa mengambil produk lebih mudah. Jangan lupa membersihkan dan mengeringkan spatula ini setiap kali habis digunakan supaya tetap steril.

Komposisinya?
Purified Water, Butylene Glycol, Kaolin, Magnesium Aluminum Silicate, Aluminum Starch Octenylsuccinate, Glycerin, Goat Milk Extract, Lauroyl Lysine, Propylene Glycol, PVP, Diazolidinyl Urea, Methylparaben, Ethyl Hexanediol, 1,2-Hexanediol, Propylparaben.

Lihat irritant/acne/safety score dari masing-masing bahan produk ini disini.

Kaolin
Kaolin punya kemampuan absorpsi dan soothing yang baik. Biasanya dipakai dalam produk yang berguna untuk purifying dengan cara mengurangi minyak yang menyumbat pori-pori.

Diazolidinyl Urea
Diazolidinyl Urea berbeda dengan urea yang biasa digunakan sebagai humectant (Hydroxyethyl Urea) fungsi utamanya adalah sebagai preservative. Diazolidinyl Urea dapat mencegah tumbuhnya bakteri maupun jamur pada produk. Biasanya digunakan bersamaan dengan Paraben. Cara kerjanya dengan melepaskan formaldehyde dalam jumlah sedikit. Penggunaannya disetujui oleh FDA dan CIR sebanyak maksimal 0,5%.

Cara pakai: Oleskan masker secara tebal dan merata pada area wajah dan leher yang sudah dibersihkan. Hindari area mata dan mulut. Biarkan hingga mengering selama 15 menit lalu bilas dengan air hangat. Gunakan 1-2 kali seminggu.

Aku pribadi menggunkan masker ini hanya 1 kali seminggu dan hanya menunggu selama 5 menit sebelum dibilas. Aku membilas maskernya dengan air suhu normal bukan air hangat. Setelah dibilas bisa dilanjutkan dengan pemakaian skincare lainnya.

Begitu membuka tutupnya kamu bisa lihat maskernya berwarna putih susu. Teksturnya kental dan padat. Kalo dibuat perbandingan ini mirip sama tekstur margarin yang baru dikeluarkan dari lemari es. Teksturnya yang seperti ini bikin dia relatif susah diratakan. Apalagi saat diaplikasikan di kulit yang kering. Akan lebih nyaman digunakan jika kulitmu dalam kondisi lembab. Jadi pakailah saat kondisi kulitmu setengah basah setelah cuci muka.

review-la-tulipe-clay-mask-goat-milk

Sebaiknya diaplikasikan sedikit demi sedikit, diratakan per bagian wajah supaya nggak menggumpal dan tebalnya rata. Nah, disinilah spatulanya berguna. Karena teksturnya yang sepadat itu jadi aku perlu colek-colek berkali-kali. Spatula ini bisa dipakai untuk mengambil produknya lalu di taruh di punggung tangan. Baru setelah itu ambil dengan jari dan ratakan di wajah. Meratakan maskernya tetap pakai jari, bukan dengan spatulanya.

Pada komposisi La Tulipe Clay Mask nggak tertulis ada fragrance/parfum tapi masker ini masih ada aromanya, nggak sepenuhnya scentless. Menurutku aromanya mirip lipstik yang sedikit manis. Saat dipakai ke wajah aromanya nggak kecium, kok. Jadi nggak akan ganggu hidungmu. Kalo dilihat dari analisis komposisinya menurut cosdna, ethyl hexanediol ternyata bisa berfungsi sebagai fragrance ingredient. Mungkin aromanya datang dari sini.

Pada petunjuk pemakaian dikatakan bahwa perlu menunggu maskernya kering selama kurang lebih 15 menit. Tapi saat aku coba ternyata maskernya bisa kering lebih cepat. Makanya aku hanya pakai selama 5 menit. Saat mengering maskernya akan melapisi kulitmu hingga terasa sangat kering. Bener-bener kering banget, itulah kenapa aku nggak pakai lebih lama. Apalagi sampai 15 menit... haduh, nggak kuat.

review-la-tulipe-clay-mask-goat-milk

Hasilnya? Kulitku terlihat lebih cerah. Efek cerahnya seketika setelah membilas maskernya. Permukaan kulitku juga jadi lebih halus dan terasa lebih bersih. Apakah setelah dibilas terasa kering? Nggak, kok. Walaupun saat dipakai rasanya sangat mencekam kulit, setelah dibilas dia nggak bikin kulitku kering. Well, tapi kelembabannya biasa aja. Nggak bikin kering tapi juga nggak terlalu melembabkan. Sebaiknya tetap langsung dikasih hidrasi, entah pakai face mist atau toner.
Saat pemakaian pertama kali aku nggak amazed dengan hasilnya. Menurutku waktu itu terlalu biasa. Tapi setelah pemakaian kedua dan seterusnya masker ini justru ngasih hasil yang lumayan oke. Akhirnya aku suka sama produknya haha. Ada yang pernah ngalami kayak gini juga?

Waktu beli produknya aku nggak punya ekspetasi khusus, sih. Waktu itu hanya ingin cari masker yang punya kandungan kaolin dan nggak begitu peduli sama klaim produknya. Asal aja pilih ini karena belum pernah coba dan komposisinya aman buat aku. Tapi ternyata hasilnya nggak mengecewakan. Untungnya cocok dan nggak timbul reaksi negatif apapun.

Satu hal yang nggak aku suka, teksturnya itu lho terlalu padat. Sayang aja, hasil akhirnya bagus tapi teksturnya bikin nggak nyaman. Jadi agak malas pakai maskernya kalo inget-inget teksturnya susah rata begitu. Tips dari aku, sebaiknya segera dihabiskan dan jangan disimpan terlalu lama. Kenapa? Karena teksturnya akan semakin padat :( Pengalamanku, setelah lewat tiga bulan dari tanggal awal dibuka (18/07 - 29/10) maskernya berubah jadi makin padat tapi aroma dan rasanya saat diaplikasikan masih sama.

Star ingredient dari produk ini adalah goat milk extract tapi aku nggak begitu merasakan manfaatnya. Eh, atau aku yang nggak sadar? Well, ini pertama kalinya pakai produk wajah dengan kandungan ekstrak susu kambing. Jadi nggak bisa kasih perbandingan apakah bahan tersebut berpengaruh atau nggak haha. Kalo kamu pernah pakai skincare dengan kandungan goat milk bisikin aku dong rasanya di kulit gimana?

Di sisi lain, menurutku La Tulipe Clay Mask bisa ngasih efek cerah yang cukup siginifikan dan langsung kelihatan begitu selesai dibilas. Wait, apakah cerahnya permanen? Oh ya, tentu tidak hahaha. Kalo masker semacam ini bisa bikin cerah permanen, aku yakin produsen kosmetik nggak bakal bikin produk secanggih serum haha. Jangan berharap terlalu tinggi, sis :-) Nevertheless, masker ini punya performa yang cukup baik dan hasil akhir yang memuaskan. Cocoklah dipakai sebelum acara penting kalo kamu butuh kulit lebih cerah nan halus seketika. Kalo mau efek cerah di kulit bisa bertahan lama, rajin-rajin pakai skincare routine setiap hari dan jangan lupa juga pakai sunscreen!

Jadi gimana? Kamu tertarik untuk coba masker goat milk extract ini?


 kulit terlihat lebih cerah
 terasa lebih halus & lebih bersih
 nggak bikin kulit kering walaupun lembabnya juga biasa aja
 ada bonus spatula plastik!

 susah diratakan

Rating: ★★★☆☆

Where to buy? La Tulipe Official Store / Online
Price? Rp. 34.000 (25 g)

17 comments:

  1. Aku juga udah lama pengen nyobain produk ini. Tapi maju mundur, bayangin kalau enggak cocok di kulit kering. tapi sekarang tambah pengen beli. Duh.. racun ih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kulitku juga kering hehe. Kalo jadi nyobain, semoga cocok 👌

      Delete
  2. Wuih keren nih produk masker lokal tp sediain spatula juga. Tjakepppp... Btw kalo masker ada kaolin emang jd cepet keringnya 😁 #kbbvember

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya memang kan bentuknya clay. Tapi masker ini lebih cepat keringnya dibandingkan clay mask lain yang pernah aku coba 😁

      Delete
  3. Clay masknya Latulipe ada yg di jar gini juga ya😁 ku kira cm ada yg bentuk tube itu #kbbvmember

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama ini aku juga cuma tau yg tube itu. Eh ternyata ada yg jar juga~

      Delete
  4. Wahhh skrg produknya la tulipe makin lengkap ya beb, satu-satunya clay mask yg udh aku coba cuma utama spice doang hahaha, next timen mau coba la tulipe juga ahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makin banyak pilihan produknya. Desain packaging juga makin kekinian jadi kelihatan lebih fresh. Eh, aku juga sudah pernah cobain maskernya utama kak hehe. Tapi nggak aku review di sini 😅

      Delete
  5. Wah.. baru tau aku kalau la tulipe lagi lauching produk baru.
    Boleh kapan" aku coba juga yuhuu

    ReplyDelete
  6. Eh bentuknya kok lucu penasaran jadinya 😍😍 #BSID

    ReplyDelete
  7. Wkwk baru tau lagi kalo latulipe ada clay mask yg ini. Cocok nih masukin ke dftar produk yg perlu dicoba #BSI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, sebelum tau ini aku kira La Tulipe cuma punya masker yang bentuk tube itu 😅

      Delete
  8. Ini sudah aku masukin di kranjang shopee ku sejak bulan lalu hahah atapi nggak aku beli beli soalnya banyak pe er yang belum selesai. ohh ternyata dia gampang kering yah? tapi aku tetep pengen nyoba hahahah. thank you infonya bebb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama aku pakai sih gitu. Cukup nunggu sekitar 5 menit aja supaya kering.

      Delete
  9. Aku br tau kalo latulipe ada clay mask nya beb. Wajib dicoba nih #bsi #bsid

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir! Komentarmu akan segera aku balas. Maaf, komentar berisi link hidup/spam/promosi akan dihapus. Jangan lupa klik 'notify me' supaya bisa tau balasanku :-)

Powered by Blogger.
COPYRIGHT © 2018 - SOUTH SKIN | THEME BY RUMAH ES